Kisah pandai besi di pasar loak Ponorogo, beriman api. Hidup segan mati tak mau, perlahan terlindas jaman.
Hanya pengguna terdaftar yang dapat menulis komentar. Silakan masuk dengan Google untuk mengapresiasi karya ini.
Seneng nulis, seneng potret, seneng dolan, dan gak seneng sesama jenis